Musik: Tak Hanya Sekadar Seni, Bisa Untuk Terapi

headphone-1868612_1920.jpg
Musik | sumber: http://www.pixabay.com

Musik merupakan karya seni yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Hampir di seluruh pelosok dunia dapat ditemukan alat musik dan jenis musik lokal yang berbeda dengan yang ada di tempat lainnya. Di negara kita saja, hampir setiap daerah mempunyai alat musik tradisionalnya masing-masing. Anda pasti sudah tau gamelan bukan? alat musik tradisional ini sering dipertunjukkan di derah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Selain gamelan, ada pula angklung dari daerah Jawa Barat, Sasando dari Nusa Tenggara Timur dan masih banyak lagi. Tak hanya alat musik saja, di setiap daerah juga ada lagu-lagu tradisional. Di banyak negara, lagu juga diadopsi sebagai salah satu identitas kenegaraannya sebagai lagu nasional. Selain itu, lagu juga merupakan bagian dari ritual keagaaman keyakinan tertentu.

Tak hanya bagian dari seni saja, ternyata musik juga dapat digunakan sebagai terapi. Ya, ada yang namanya terapi musik. Bagaimana terapi musik itu? artikel ini akan membahasnya.

happy-hour-1167575_1920
Terapi musik | sumber: http://www.pexels.com

Apa itu terapi musik?

Menurut American Music Therapy Association (AMTA), terapi musik adalah intervensi menggunakan musik untuk tujuan klinis dan berdasarkan bukti yang dilakukan oleh seorang profesional yang telah menyelesaikan program terapi musik. Sedangkan menurut Music Therapy Connections, terapi musik adalah profesi kesehatan yang menggunakan musik untuk mengatasi kebutuhan individu baik kebutuhan fisik, emosi, kognitif, dan sosial.

Intervensi terapi musik dapat digunakan untuk mempromosikan kesehatan, mengelola stres, mengurangi rasa sakit, mengungkapkan perasaan, menguatkan memori, meningkatkan komunikasi dan mempromosikan rehabilitasi fisik. Untuk mengikuti terapi musik, klien atau pasien tidak harus memiliki beberapa kemampuan musik tertentu agar mendapat kebermanfaatan terapi musik. Semua jenis musik berguna dalam mempengaruhi perubahan dan kehidupan klien/pasien.

18th-Century-musicians
Sejarah musik | sumber: http://www.ensemblezimmermann.dk

Sejarah awal terapi musik

Ide musik sebagai media penyembuhan yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perilaku setidaknya sudah setua tulisan-tulisan Aristoteles dan Plato. Setelah Perang Dunia I dan Perang Dunia II, para musisi baik amatir dan profesional dari berbagai aliran musik pergi ke rumah sakit dan bermain musik untuk ribuan veteran yang menderita trauma baik fisik dan emosional akibat perang. Melihat adanya respon fisik dan emosional pada pasien setelah mendengarkan musik, para dokter dan perawat meminta rumah sakit untuk mempekerjakan musisi. Namun begitu, musisi rumah sakit memerlukan beberapa pelatihan sebelum dipekerjakan sehingga muncul kurikulum di perguruan tinggi.

Referensi awal untuk terapi musik muncul pada tahun 1789 dalam sebuah unsigned article di Columbian Magazine berjudul “Music Physically Considered”. Pada awal 1800-an, tulisan-tulisan tentang terapi musik muncul dalam dua disertasi medis. Pertama, oleh Edwin Atlee (1804) dan yang kedua oleh Samuel Mathews (1806). Keduanya merupakan mahasiswa Dr. Benjamin Rush, seorang dokter dan psikiater yang mendukung penggunaan musik untuk mengobati penyakit. Pada tahun 1800-an, tercatat intervensi menggunakan musik pertama dalam setting kelembagaan, yakni di Blackwell Island di New York. Eksperimen sistematis terapi musik pertama yang diketahui, yaitu penggunaan Corning musik untuk mengubah keadaan mimpi selama psikoterapi.

pexels-photo
Musik dunia | sumber: http://www.pexels.com

Terapi musik di berbagai penjuru dunia

Terapi musik saat ini sudah berkembang di berbagai belahan dunia. Ada banyak asosiasi terapi musik seperti Asociacion Argentina de Musicoterapia di Argentina, Australian Music Therapy Association di Australia, Austrian Music Therapy Association di Austria. Di belahan dunia timur juga ada, seperti Hong Kong Music Therapy Association di hong Kong, dan Music Therapy Trust of India di India. Ada pula wadah untuk terapi musik di seluruh dunia yaitu World Federation for Music Therapy dan Voices: A World Forum for Music Therapy. Lalu bagaimana terapi musik di Indonesia? coba anda temukan sendiri.

Begitulah, ternyata musik yang biasa kita dengarkan setiap hari tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Namun, musik juga bisa dimanfaatkan sebagai terapi. Anda ingin mencoba?


Cek referensi artikel ini:

American Music Therapy Association

Music Therapy Connections

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: